Thursday, 5 January 2017

Biografi Lengkap Gatot Nurmantyo

Profil Jenderal TNI Gatot Nurmantyo:
Nama Lengkap : Gatot Nurmantyo
TTL : Tegal, 13 Maret 1960
Agama : Islam
Alma mater : Akademi Militer (1982)
Pangkat : Jenderal TNI
Dinas : TNI Angkatan Darat
Unit : Infanteri


Karier Militer:
Danton MO. 81 Kiban Yonif 315/Garuda
Dankipan B Yonif 320/Badak Putih
Dankipan C Yonif 310/Kidang Kancana
Kaurdal Denlatpur
ADC Pangdam III/Siliwangi
PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap
Danyonif 731/Kabaresi
Dandim 1707/Merauke
Dandim 1701/Jayapura
Sespri Wakasad
Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti


Asops Kasdam Jaya
Danrindam Jaya
Danrem 061/Suryakencana (2006-2007)
Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008)
Dirlat Kodiklatad (2008-2009)
Gubernur Akmil (2009-2010)
Pangdam V/Brawijaya (2010-2011)
Dankodiklat TNI AD (2011-2013)
Pangkostrad (2013-2014)
KSAD (2014-2015)
Panglima TNI (2015-....)

Kita patut berbangga karena memiliki seorang Panglima TNI seperti Gatot Nurmantyo, karena beliau mampu menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain memiliki sifat yang baik, beliau juga tidak terlalu mementingkan jabatan. Sifatnya yang rendah hati dan tulus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk menjadikanya sebagai idola.


Beliau juga seorang Jendral yang sangat pro terhadap rakyat. Tidak sedikit orang yang mengacungi jempol karena keputusan dan pemikiran cerdiknya. Tak tanggung - tanggung, Panglima Gatot Nurmantyo juga bertindak tegas kepada siapapun yang ingin memecah belah bangsa ini, bahkan terhadap negara lain yang melecehkan NKRI akan beliau hadapi dengan tegak.


Baca Juga : Kekuatan Militer Indonesia

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo resmi menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 8 Juli 2015 menggantikan Jendral Moeldoko yang menjabat pada era SBY. 


Sebelumnya, Gatot Nurmantyo merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang ke-30 dan mulai menjabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman. Sebelumnya Ia juga pernah menjabat sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Muhammad Munir.

Gatot Nurmantyo merupakan lulusan Akademi Militer pada tahun 1982 dan sangat berpengalaman di kecabangan infanteri baret hijau Kostrad. Gatot pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD, Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil. Selain itu, Gatot juga adalah Ketua Umum PB FORKI periode 2014-2018.


Panglima Gatot Nurmanty pernah mengatakan bahwa tanpa Islam, Indonesia tidak akan ada. Perkataan ini sangat benar sekali, karena pejuang yang berusaha memerdekakan negeri ini adalah Santri dan para Ulama dengan gerakan Jihadnya. Tanpa adanya perjuangan daripada Santri dan Ulama maka Indonesia tidak akan pernah ada.


Beberapa bukti perkataan ini adalah adanya Pangeran Diponegoro, Bung Tomo, KH Hasyim Asy'ari hingga Proklamator kita Presiden Soekarno merupakan bagian dari Islam. Dengan perjuangan mereka semua di tambah lagi dengan prajuritnya yaitu para santri, maka dengan izin Allah Negara Indonesia mampu tegak berdiri hingga saat ini. 


Saat ditanya mengenai kelayakan beliau menjabat sebagai presiden, beliau pun menjawabnya dengan tenang bahwa beliau selaku TNI tugas utamanya adalah menjaga kebhinekaan. Maka dari itu, Panglima Gatot Nurmantyo juga menjelaskan bahwa beliau taat dan patuh terhadap atasannya; dalam hal ini adalah presiden.

"Saya lebih baik menjadi tumbal untuk melaksanakan tugas menjaga kebhineka tunggal ikaan, daripada saya jadi presiden" inilah salah satu pernyataan Panglima Gatot Nurmantyo di salah satu acara tv pada tahun 2016 setelah peristiwa 411. 

Panglima Gatot Nurmantyo sangat menyadari hal tersebut, karena beliau pernah berjanji pada saat dilantik menjadi Panglima TNI bukanlah janji biasa. Gatot Nurmantyo dilantik menjadi Panglima TNI di atas Al Quranul Karim. Karena kepatuhan beliau kepada janjinya inilah, banyak masyarakat Indonesia semakin kagum terhadap Panglima TNI, Gatot Nurmantyo


Ini menjadi kebanggaan bagi bangsa ini karena memiliki Panglima yang membela rakyatnya dengan penuh ketulusan dan ke-ikhlasan. Kita juga patut untuk meneladani sikap beliau, Bangsa ini sangat butuh orang - orang yang memiliki kedisiplinan dan keta'atan. Maka, Jendral Gatot Nurmantyo merupakan salah satu dari sekian banyak putra Indonesia yang berjiwa patriot dan menjadi panutan bagi siapapun. Sehingga sangat wajar jika banyak dari masyarakat Indonesia menginginkan beliau mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia.

Tuesday, 3 January 2017

Pakaian Adat Jawa Tengah

Indonesia memiliki banyak sekali suku dan budaya, dan yang paling menjadi mayoritas adalah Suku Jawa. Populasinya kurang lebih 100 juta jiwa dan sudah tersebar kemana – mana, sehingga budayanya sangat terkenal di seluruh Nusantara. Banyak sekali tradisi dan budaya yang berasal dari suku Jawa, salah satunya adalah pakaiannya yang memiliki motif beraneka ragam.

Pakaian adat Jawa yang masih lestari hingga saat ini karena digunakan secara turun temurun adalah pakaian Jawi Jangkep dan kebaya, yaitu pakaian adat berasal dari Jawa Tengah. Mari kita bahas ulasan berikut ini mulai dari asal-usul, sejarah, kelengkapan, jenis-jenis, dan penjelasan nilai-nilai filosofisnya.

Pakaian Adat Jawa Tengah memiliki banyak sekali ragam jenis busananya. Namun, kali ini kita akan membahas 2 jenis pakaian saja yang berasal dari Jawa Tengah ini. Kedua pakaian tersebut adalah pakaian resmi dan pakaian pengantin adat Jawa.

1. Pakaian Resmi Adat Jawa Tengah



Pakaian resmi adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan Kebaya. Jawi jangkep adalah pakaian khusus untuk pria , dan umumnya digunakan hanya untuk keperluan adat. Jawi jangkep terdiri dari atasan berupa baju beskap dengan motif bunga. Bawahannya berupa kain jarik yang dililitkan di pinggang, destar berupa blangkon, serta aksesoris lainnya berupa keris dan cemila (alas kaki).

Kebaya

Untuk wanita menggunakan pakaian yang bernama kebaya, terdiri dari atasan berupa kebaya, kemben, stagen, kain tapih pinjung, konde, serta beragam aksesoris seperti cincin, subang, kalung, gelang, serta kipas. Dalam praktiknya, penggunaan pakaian ini diatur agar sesuai dengan strata sosial si pemakainya. Kebaya umumnya dibuat dari bahan kain katun, beludru, sutera brokat,dan nilon yang berwarna cerah seperti putih, merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya.

Ada beberapa model atau jenis kebaya, yaitu kebaya panjang dan kebaya pendek. Kebaya panjang bagian bawahnya mencapai lutut, sementara kebaya pendek bagian bawahnya mencapai pinggang. Di bagian depan sekitar dada, terdapat kain persegi panjang yang berfungsi sebagai penyambung kedua sisinya.

Kain Tapih Pinjung
Kain tapih pinjung atau kain sinjang jarik bermotif batik, sebagai bawahan kebaya. Cara menggunakannya yaitu dengan cara melilitkannya di pinggang dari kiri ke kanan. Untuk menguatkan lilitan, digunakan stagen yang dililitkan di perut sampai beberapa kali sesuai panjang stagennya. Agar tidak terlihat dari luar, stagen kemudian ditutupi dengan selendang pelangi berwarna cerah.

2. Pakaian Pengantin Adat Jawa Tengah

Selain pakaian resmi, ada pula beberapa pakaian adat pengantin dalam budaya Jawa Tengah. Jenis pakaian pengantin sendiri sangat beragam, tergantung dari acara apa yang sedang dihadapi. Untuk diketahui, dalam pernikahan adat Jawa, terdapat beberapa upacara yang harus dijalani oleh sepasang mempelai. Upacara tersebut antara lain adalah, upacara midodareni, upacara ijab, upacara panggih, dan upacara setelah panggih.

Upacara Midodareni
Untuk pria pakaian pengantin yang digunakan pada upacara midodareni, adalah baju Jawi Jangkep, berupa baju atela, sikepan, udeng,sabuk timang, kain jarik untuk bawahan, keris, dan selop. Sementara wanitanya menggunakan busana sawitan. Busana tersebut terdiri dari kebaya berlengan panjang, stagen, dan kain jarik bercorak batik. 

Upacara Ijab 
Busana yang digunakan pengantin pria memakai busana basahan, berupa dodot bangun tulak, kuluk matak petak, sabuk dengan timang dan cinde, stagen, celana panjang berwarna putih, keris warangka ladrang, dan selop. Sedangkan busana yang dipakai pada pengantin wanita adalah baju kebaya dan kain jarik, 

Upacara Panggih 
Kedua mempelai pada upacara panggih ini menggunakan pakaian adat Jawa Tengah bernama busana basahan.  Busana ini terdiri atas kemben, dodot bangun tulak (kampuh), selendang sekar cinde abrit (sampur), dan kain jarik bermotif cinde sekar merah. Selain itu, beberapa perhiasan juga dilekatkan pada tubuh pengantin. Untuk pria, perhiasan tersebut adalah kalung ulur, cincin, timang/epek, bros, dan buntal, sementara untuk pengantin wanita yaitu cunduk mentul, centung, jungkat,kalung, cincin, gelang, bros, subang, dan timang. 

Upacara Setelah Panggih 
Kedua mempelai pada upacara setelah panggih ini menggunakan busana kanigaran (wanita) dan busana kapangeranan (pria). Busana kanigara terdiri dari baju kebaya sebagai atasan, kain jarik, stagen, dan selop. Sedangkan busana kapangeranan terdiri dari stagen, kuluk kanigoro, sabuk timang, kain jarik, baju takwo, keris warangka ladrang, dan selop.

8 Keunikan Harimau Sumatera

Harimau sumatera memiliki bahasa Latin, yaitu Panthera tigris sumatrae merupakan subspesies harimau berasal di pulau Sumatera,Harimau Sumatera adalah salah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera.

Harimau sumatera memiliki warna paling gelap di antara harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang berdempet. Harimau sumatera jantan panjang tubuhnya rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut atau sekitar 250 cm, panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140 kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau sekitar 91 kg. 


Baca juga : Keindahan Raja Ampat 

Harimau sumatera hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera. Kucing besar ini mampu hidup di tempat manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.


Lahan hutan di daerah sumatera menjadi sedikit karena digunakan oleh kepentingan manusia sehingga  habitatnya semakin sempit dan berkurang, maka harimau sumatera ini terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan tanpa sengaja dengan manusia.
 

Harimau Sumatera merupakan hewan soliter, dan mereka berburu pada malam hari, Harimau ini mengintai mangsanya dengan sabar dan senyap sebelum menyerang. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya babi hutan dan rusa, dan kadang-kadang unggas atau ikan. Orangutan juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau. Harimau sumatera juga gemar makan durian.

Baca juga : Perjuangan Pangeran Diponegoro 

Berenang dan memanjat pohon juga menjadi keahlian Harimau Sumatera ini ketika memburu mangsa. Luas kawasan perburuan harimau sumatera tidak diketahui dengan tepat, tetapi diperkirakan bahwa 4-5 ekor harimau sumatera dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer di kawasan dataran rendah dengan jumlah hewan buruan yang optimal (tidak diburu oleh manusia).
 

Harimau sumatera dapat melahirkan kapan saja. Masa kehamilan Harimau ini sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan.
 

Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau Sumatera dapat hidup selama 15 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan.

Harimau Sumatera juga memiliki beberapa keunikan yang belum kalian ketahui, diantaranya adalah:
1. Berburu sejak usia 1 tahun, Harimau sumatera tinggal bersama indukya selama 2 tahun. Namun, sudah mulai beruburu sejar usia 1 tahun
2. Purba, harimau sumatera telah eksis sejak 2 juta tahun yang lalu.
3. Suka berteduh, beda dengan sepupu lainnya, harimau ini sangat senang berenang. Mereka senang berteduh di tepi sungai dan berendam di air sungai itu.
4. Pola garisnya unik, Harimau sumatera memiliki keunikan dalam pola garis, unik karena pola garisnya merupakan yang paling tipis dibandingkan dengan harimau lainnya.
5. Suara aumannya, Harimau sumatera mengeluarkan auman yang super keras hingga terdengar hingga pada jarak 3 kilometer.
6. Ahli Melompat, Bahkan ketika sedang duduk sekalipun, harimau Sumatera mampu melompat hingga jarak 10 meter.
7. Bulu, Harimau mempunyai 5 jenis bulu janggut. Bulu itu akan menangkap getaran dari mangsanya.
8. Kekuatan gigitan, Harimau sumatera memiliki kekuatan gigitan yang sangat kuat, hingga mencapai 450 kilogram gaya. Wow!

Monday, 2 January 2017

5 Rumah Adat Jawa Tengah

Sebagai negara yang kaya akan suku dan budaya, Indonesia memiliki banyak sekali rumah adat yang berbeda-beda dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sepeti di Sumatera, kamu dapat menjumpai rumah gadang, rumah balai batak, rumah nuwo, dan masih banyak lagi. Berpindah ke sisi timur, kamu akan menjumpai rumah honai, rumah baileo, dan rumah sasadu.

Begitu banyak sekali suku dan kebudayaan di Indonesia, sehingga setiap suku memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda dan unik. Tidak hanya itu, bahkan di Jawa sendiri memiliki banyak sekali keunikan dalam berbagai hal. Seperti dalam acara pernikahan, sunatan, hingga makanan dan bangunan. Itu baru Jawa, apalagi jika ditambah dengan suku – suku lainnya di seluruh Indonesia.

Nah, kali ini kita akan membahas tentang rumah – rumah yang menjadi adat di Jawa Tengah. Banyak orang mengira rumah adat Jawa Tenganh hanya sebatas rumah Joglo ssaja, tapi ternyata ada rumah – rumah adat lain yang menjadi adat di suku Jawa ini. Langsung aja kita simak beberapa rumah adat di Jawa Tengah ini.

1. Rumah adat joglo


Rumah Joglo adalah salah satu rumah adat Jawa Tengah yang paling terkenal jika dibandingkan dengan yang lainnya. Hingga sekarang Rumah adat Joglo ini masih bisa kita temui dengan mudah. Rumah Joglo memiliki ciri khas, yaitu teras yang luas tanpa sekat di bagian depan, bentuknya berupa persegi panjang, dan pintunya terletak tepat di bagian tengah.

Di masa lalu, rumah joglo melambangkan kekayaan pemiliknya. Tak heran karena rumah ini hanya dimiliki oleh orang-orang kelas atas pada masanya. Rumah joglo memiliki empat tiang utama di tengah-tengah. Tiang itu disebut dengan istilah saka guru. Teras depan yang luas berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan acara dari si pemilik rumah. Misalnya pagelaran wayang, pernikahan, hajatan, tempat pertemuan, dan kantor.

2. Rumah adat panggangpe


Ada lagi rumah adat jawa yang lain dan populer yaitu panggangpe. Panggangpe ini memiliki empat atau enam tiang. Separuh tiang yang depan sengaja dibuat lebih pendek daripada tiang di bagian belakang.

Orang Jawa zaman dulu umumnya menggunakan rumah panggangpe untuk didirikan sebagai kios dan warung. Rumah panggang pe masih terbagi lagi menjadi enam tipe, yaitu panggangpe gedhang salirang, empyak satangkep, gedhang satangkep, cere gancet, trajumas, dan barengan.

Panggangpe gedhang salirang, empyak satangkep, gedhang setangkep, dan cere gancet memiliki beberapa kesamaan. Ketiganya terdiri dari dua rumah panggangpe yang disatukan. Tipe trajumas ialah panggang pe yang punya enam tiang penyangga. Sedangkan tipe barengan merupakan dua atau lebih panggangpe yang berderet-deret.


3. Rumah adat tajug


Rumah adat di Jawa Tengah pasti memiliki makna dan fungsinya masing-masing. Rumah joglo memiliki fungsi yang berbeda dengan rumah panggang pe. Demikian juga dengan rumah tajug. Tipe tajug ini khusus digunakan untuk masjid dan bangunan-bangunan suci lainnya. Orang biasa tidak diperkenankan membangun rumah dengan tipe ini karena rumah tajug termasuk tempat yang disucikan.

Ciri rumah tajug yaitu bentuk atapnya runcing, bentuknya seperti bujur sangkar (bukan persegi panjang). Tajug memiliki kurang lebih sekitar 13 tipe di antaranya towan boni, masjid dan cungkup, semar sinongsong, lambang sari, mangkurat, ceblokan, semar tinandu, dll. Salah satu masjid dengan tipe tajug yang bisa Wovger kunjungi yaitu Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak.

4. Rumah adat kampung


Rumah adat kampung ini hampir mirip seperti dua rumah panggang pe yang disatukan. Ciri rumah adat kampung ini memiliki dua teras, yaitu di depan dan di belakang. Ciri khas lainnya, tiang rumah ini terdiri dari kelipatan empat dimulai dari angka 8. Jadi jumlah tiangnya bisa 8, 12, 16, 20, dan kelipatannya.

Seperti rumah adat lainnya, rumah kampung ini juga dibagi menjadi banyak tipe. Tidak kurang dari 13 tipe, di antaranya kampung pokok, pacul gowang, dara gepak, gajah ngombe, apitan, dsb. Rumah kampung merupakan rumah yang dimiliki rakyat jelata alias dari kalangan orang biasa.

5. Rumah adat limasan


Rumah adat yang terakhir adalah rumah adat Limasan. Dinamakan limasan karena bentuk atapnya yang seperti limas. Atap rumah limasan memiliki empat sisi. Rumah ini banyak juga ditemui di jawa. Seperti kampung, rumah limas dimiliki oleh kalangan orang biasa.
Rumah limasan terbagi menjadi beberapa tipe di antaranya limasan lawakan, gajah njerum, gajah mungkur, klabang nyander, semar pinondhong, lambang sari, dsb.



Nah, sekarang kita semua sudah tau kan mengenai Rumah adat yang berada di Jawa Tengah. Dengan mengenal dan mengetahui budaya dan adat di sekitar kita, kita akan memiliki wawasan luas dan semakin cinta dengan Negara kita tercinta. Karena dengan banyaknya suku dan budaya kita bisa saling mengenal dan memiliki banyak pengalaman.

Filosofi Lagu Gundul Gundul Pacul

Lagu Gundul Gundul Pacul merupakan lagu daerah berasal dari Jawa Tengah. Pencipta lagu ini masih menjadi perbincangan masyarakat, ada beberapa versi tentang siapa pencipta lagu ini. Di dalam buku lagu - lagu daerah, nama R. C. Hardjosubroto tercantum sebagai pencipta lagu gundul gundul pacul. Namun, konon lagi ini merupakan gubahan dari Sunan Kalijaga dan teman - temannya saat masih remaja. Ada juga yang mengatakan lagu ini adalah karya dari Raden Umar Said (Sunan Muria).

Terlepas dari polemik itu, lagu ini memiliki hal yang menarik dari sebuah kajian tentang lagu dolanan Jawa yang sudah lama sekali dikenal oleh masyarakat luas secara turun temurun. Lagu Gundul-Gundul Pacul memiliki syair sangat sederhana dan banyak anak-anak Jawa bahkan se-Indonesia hafal lagu ini. Namun, ternyata lagu sederhana ini memiliki makna filosofis dan kehidupan yang sangat dalam dan bermakna.

Mari kita bahas satu persatu makna dari lagu ini:
Gundul-gundul pacul cul
Gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul
Gembelengan
Wakul nggelimpang segane dadi sak latar 2x”

Gundul menurut orang jawa seringkali menggunakan istilah ini untuk kepala yang tidak memiliki rambut alias plontos. Namun kita akan melihat ‘kepala’ itu sendiri yang dianggap selama ini oleh para kawula sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.



Sedangkan pacul: adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Jadi, Gundul pacul mengandung makna; seorang yang memimpin bukanlah orang yang diberi mahkota, namun seorang pembawa cangkul yang harus memperjuangkan rakyatnya, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dikalangan Jawa makna filosofi pacul merupakan sebuah singkatan yang berarti ‘papat kang ucul’ yaitu mata. telinga, hidung dan mulut. Jadi kemuliaan seorang pemimpin bergantung bagaimana dia mempergunakan pacul tersebut.

Baca juga : Sejarah Sumpah Pemuda

Ada juga menurut Orang Jawa yang memaknai pacul sebagai papat kang ucul (empat yang lepas). Artinya bahwa: kemuliaan seseorang akan sangat tergantung kepada empat hal, yaitu:

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya. karena itu ‘Gundul-gundul Pacul’ bisa dimaknai dengan dua hal:

Seorang pemimpin harus amanah, jangan hanya memikirkan kehormatannya
Gambaran seorang pemimpin yang tidak amanah, yang sudah kehilangan empat indera dan tidak sanggup lagi untuk menggunakan empat indra tersebut sebaik-baiknya.

Adapun Gembelengan maknanya adalah; besar kepala atau sombong dalam mempergunakan kekuasaanya. Seorang pemimpin hendaklah menjaga sikap agar tidak gembelangan dalam memimpin rakyat. Jadi makna ‘nyunggi wakul gembelengan’ adalah seorang pemimpin yang semena-mena menyandang amanah rakyat.

Jadi, “Gundul-gundul pacul cul gembelengan’ artinya seorang pemimpin yang sejatinya harus menunaikan amanah rakyat ternyata menjadi sombong, selengekan, clelak-clelek, dan menjadikan kehormatannya sebagai sebuah permainan.

Sedangkan ‘Nyunggi-nyunggi wakul kul” artinya seorang pemimpin harus selalu nyunggi wakul (memikul bakul/tempat nasi, yang berarti mengupayakan kesejahteraan rakyat dan menjunjung amanah rakyat)

Baca juga : Sejarah dan Aliran Pencak Silat

Namun jika kita melihat dalam realitasnya, sering ditemui pemimpin yang ‘nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan’ atau pemimpin yang hanya memikul beban untuk kepentingan perutnya sendiri. Kemudian 'wakul' bisa diartikan sebagai ketenteraman rakyat, jika ‘wakul ngglimpang segane dadi sak latar’ berarti pemimpinnya semena-mena dalam menjadi penguasa atau pemerintah, sehingga kesejahteraan rakyat akan tumpah dan akhirnya akan menjadi kacau masyarakatnya tercerai - berai.

Intinya, kita harus memilih pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab atas apa yang telah diberikan kepadanya dengan mengayomi rakyatnya. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang memikirkan perutnya sendiri, sehingga nanti tidak akan ada kesejahteraan dan ketentraman bagi rakyatnya.

Begitulah makna lagu gundul-gundul pacul yang saua baca dari beberapa sumber. Jika masih ada yang salah atau kurang lengkap, bisa tulis di komentar di bawah ini. Dan semoga sebagai anak bangsa kita tetap terus menjaga budaya bangsa kita dan terus memerikan yang terbaik untuk masa depan Bangsa Indonesia.

Monday, 26 December 2016

Kapal Perang Buatan Indonesia

Sebagai negara maritim, Indonesia tentunya harus tetap waspada setiap saat dalam keadaan apapun, terutama dalam aspek kelautan. Negara yang memiliki lebih dari 17.000 pulau ini menjadi acuan dalam meningkatkan segala bentuk pertahanan negara di bidang maritim. Laut Indonesia yang kaya raya ini bisa menjadi ancaman negara - negara luar. Oleh karenanya, Indonesia selalu memperkuat pertahanannya di setiap bidang.

Negara kita sendiri telah berhasil menciptakan persenjataan canggih, guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini Indonesia telah berhasil menciptakan senjata - senjata hebat, mulai dari darat, laut, hingga udara dan di akui dunia. Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa senjata berupa kapal perang buatan dalam negeri.

Baca juga : Kopaska TNI AL

1. KRI Banjarmasin 592



KRI Banjarmasin 592 merupakan kapal ke-3 jenis LPD, pada dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang berhasil dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya. Kapal ini juga mampu mengangkut 5 helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar). Selain sebagai kapal tempur, kapal semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

Produksi  : PT. PAL Indonesia
Mulai dibuat Diluncurkan, Ditugaskan : 28 November 2009
Status : Masih Bertugas
Awak kapal : 500 orang
Pesawat : 5 Helikopter

Persenjataan : 1 cannon 57 mm, 2 cannon 40mm
Berat benaman : 7.300 ton
Panjang : 125 m (410.10 kaki)
Lebar : 22 m (72.18 kaki)
Kecepatan : 15,4 knots
Jarak tempuh : 30 hari tanpa pasukan
Sekoci : 2 LCT

2. KRI Krait 827



Kapal perang ini merupakan kapal patroli kelas PC-40 hasil desain dari Fasharkan TNI AL Mentigi dan dibangun atas kerja sama dengan PT BES Batam. Kapal ini memiliki panjang badan 40 meter dan dirancang bisa melaju dengan kecepatan 20 knot didorong oleh 2 buah mesin diesel 1250 HP Badan kapal terbuat dari aluminium alloy.

Selain untuk patroli keamanan laut, kapal ini juga bisa digunakan sebagai kapal SAR (Search and Research) dan untuk bantuan bencana alam, sehingga kapal ini dilengkapi dengan Hydraulic Crane, digunakan pada saat SAR maupun bongkar muat bahan bantuan untuk daerah bencana (dimana saat bencana, suatu pangkalan belum tentu ada fasilitas angkat yg memadai). Disamping itu, kapal ini didesain Auto pilot untuk memudahkan pengendalian selama kapal melintasi alur pelayaran sempit dan untuk jarak tempuh yang jauh, sehingga moral pengawak tetap terjaga dengan kemudahan pengoperasian kapal.

Dipesan : 2006
Produksi : Fasharkan TNI AL Mentigi & PT. BES Batam
Mulai dibuat : Juni 2007
Diluncurkan : 2008
Ditugaskan : Desember 2008
Status : Masih bertugas
Panjang : 40 m (131.23 kaki)
Lebar : 7,2 m (23.62 kaki)
Draught : 2 m (6.56 kaki)
Tenaga penggerak : 2 x 1250 Hp
Kecepatan : 20 knot (maksimum) 16 knot (ekonomis)
Jarak tempuh : 3.600 nm

Awak kapal : orang, Sonar & Radar Radar ARPA 96Nm, Weather Fax, Inmarsat, radio UHF 2 x 500w + 2 x 150W, Telex, Auto pilot, etc Category GMDSS A3 Persenjataan elektronik Canalis Busbar Thrunking IP 54 (index protection 54), sistem kekedapan saluran arus listrik satu tingkat dibawah kekedapan saluran arus listrik kapal selam modern

Persenjataan : 2 x cal 12.7 mm, Cal 25 twin barrel dg sistem control 2 x C802 (space dan sistem pengaman peluncuran sudah disiapkan), Self loading / unloading C802.

3. KRI Tarihu 829



KRI Tarihu 829 ini adalah kapal perang buatan Indonesia yang mampu berperan sebagai kapal perusak. KRI Tarihu-829 memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm. Dalam uji coba, kapal perang ini mampu menempuh kecepatan 25 knot.

Kelas: Tarihu, Sebagai kapal patrol cepat 40 meter Fiberglass, Seluruh kapal dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL.

4. KRI Alkura 830


KRI Alkura 830 merupakan kapal perang yang dibuat oleh Faasharkan Batam. Kapal ini dibuat khusus sebagai kapal patrol dengan kecepatan tinggi. Terbukti kapal ini berhasil menggagalkan aksi penyelundupan di perairan Indonesia.

5. KRI Clurit 641


Kapal perang KRI Clurit 641 merupakan salah satu kapal perang buatan Indonesia yang memiliki kemampuan hebat dengan teknologi canggih. Pembuatannya dilakuka  oelh PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam.

Kapal ini bertipe kapal cepat rudal. KRI Clurit 641 berfungsi sebagai kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. Kapal berukuran panjang 44 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton ini memiliki sistem pendorong handal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 30 knot.

Nama: KRI Clurit (641)
Pembangun: PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan: April 2011
Ditugaskan: April 2011
Pelabuhan kandang: Koarmabar
Identifikasi: 641
Status: In service

Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Missile boat
Displacement: 250 tons
Panjang: 44 m (144 ft 4 in)
Lebar: 7,40 m (24 ft 3 in)
Kecepatan: 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal: 3513 personel Pasukan Khusus
Sensor dan sistem pemroses: Sewaco
Senjata: 2 × C-705 SSM, 1 × 30 mm AK-630 CIWS, 2 × 20 mm Denel Vektor G12


6. KRI Kujang 642


KRI Kujang 642 merupakan kapal perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat Rudal yang pembuatanya dilakukan PT Palindo di Batam.

Nama: KRI Kujang (642)
Pembangun: PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan: April 2011
Ditugaskan: Februari 2012
Pelabuhan kandang: Armada Barat TNI-AL
Identifikasi: 642
Status: In service

Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Missile boat
Displacement: 250 tons
Panjang: 44 m (144 ft 4 in)
Lebar: 7,40 m (24 ft 3 in)
Kecepatan: 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal: 3513 personel Pasukan Khusus
Sensor dan sistem pemroses: Sewaco
Senjata: 2 × C-705 SSM, 1 × 30 mm AK-630 CIWS, 2 × 20 mm Denel Vektor G12

7. KRI Banda Aceh



Salah satu Kapal Perang Indonesia yang memiliki kemampuan handal adalah KRI Banda Aceh. KRI Banda Aceh mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar.

Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, 126 awak. Kapal itu juga dpat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.

KRI Banda Aceh dibuat oleh PT PAL Indonesia dan secara resmi diserahkan kepada TNI pada Maret 2011 lalu.

8. Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran



Kapal canggih Indonesia yang lainnya adalah KCR Trimaran. Merupakan Kapal Perang dengan teknologi canggih yang saat ini sedang dikembangkan oleh  PT Lundin Industry Invest,  Banyuwangi, Jawa Timur. Kabarnya TNI AL telah memesan 4 kapal jenis ini.  Kapal ini rencananya akan digunakan sebagai Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Indonesia.

KRI Trimaran juga satu-satu nya kapal perang di dunia yang berbahan komposit serat karbon . perlu  anda tahu sudah ada beberapa negara pengguna kapal perang berdesain Trimaran, namun tidak satupun yang berbahan komposit serat karbon.

9. Kapal Induk Helicopter



Salah satu yang membanggakan dari Militer Indonesia adalah dimilikinya Kapal Induk Heikopter ini. dibangun oleh PT PAL Indonesia. Indonesia memiliki 5 LPD 125 M, dimana 2 kapal di bangun di Korea dan 3 kapal dibangun di PAL Surabaya. Kapal Landing Platform Dock 125 M dirancang untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi Fire Control System, untuk melakukan self defence untuk melindungi pendaratan pasukan, kendaraan tempur, serta pendaratan helikopter.

Kapal LPD 125 meter ini didesain untuk pendaratan : Landing Craft Unit 23 m, operasi ampibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, dan tactical vehicle 13 unit. Dalam sekali bergerak LPD ini juga mengangkut 507 personil termasuk 354 tentara, crew dan officer. LPD ini juga mengangkut 5 unit helicopter jenis MI-2 atau BELL 412, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus menerus.

Baca juga : Senjata Buatan Pindad

Militer Indonesia akan semakin kuat ditunjang dengan kapal - kapal perang di atas. Selain prajurit TNI AL yang memiliki kemampuan dahsyat dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan adanya peralatan canggih yang di desain oleh karya anak bangsa menjadikan Militer Indonesia semakin di segani negara lain. Hingga saat ini Alutsista dalam negeri masih akan terus di kembangkan untuk menjadi pertahanan negeri ini.